Pacitan tengah menaruh taruhan besar pada seni rupa. Melalui pameran “70 Miles of Sea Paradise”, Museum dan Galeri SBY-ANI Pacitan menghadirkan 130 lukisan dalam gelaran yang berlangsung pada 14 hingga 29 Juni 2025. Bukan sekadar pameran biasa, kegiatan ini diposisikan sebagai langkah untuk menunjukkan bahwa Pacitan punya ruang, energi, dan ambisi lebih besar di panggung seni nasional.
Pameran Skala Besar Pertama di Pacitan
Direktur Administrasi dan Bisnis Museum dan Galeri SBY-ANI Pacitan, Nabila Amalina, menyebut pameran ini sebagai yang pertama digelar dalam skala besar di Pacitan. Keterlibatan kurator nasional Nano Warsono juga menjadi penanda bahwa acara tersebut disiapkan dengan serius, bukan hanya sebagai agenda seremonial. Kehadiran berbagai peserta, mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen, hingga pelukis nasional, memperlihatkan bahwa pameran ini dibangun dengan spektrum yang luas.
Dengan komposisi karya yang beragam, pameran ini tidak hanya menampilkan hasil akhir sebuah proses kreatif, tetapi juga membuka ruang pertemuan antara seniman muda dan nama-nama yang lebih mapan. Di titik ini, Pacitan tampak ingin menegaskan diri sebagai daerah yang tidak lagi sekadar menjadi latar, melainkan juga tuan rumah bagi dialog seni rupa yang lebih hidup.
Tagline Baru untuk Pacitan Lewat Seni
Nama “70 Miles of Sea Paradise” sendiri membawa pesan yang lebih jauh dari sekadar judul pameran. Lewat agenda ini, Pacitan didorong untuk tampil dengan identitas baru yang bertumpu pada kekuatan budaya dan lanskapnya. Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya seniman Pacitan ke tingkat nasional sekaligus memberi dorongan agar para perupa terus berkarya.
Nabila menegaskan bahwa tujuan utama pameran adalah membangkitkan semangat para seniman, baik yang berasal dari daerah maupun dari luar Pacitan. Dalam konteks itu, pameran ini juga menjadi ajang promosi yang menghubungkan karya seni dengan citra daerah, sehingga Pacitan tidak hanya dikenal lewat keindahan alamnya, tetapi juga lewat ekosistem budayanya.
Bagian dari South Bay Festival 2025
Pameran lukisan ini merupakan salah satu rangkaian dari South Bay Festival 2025, sebuah perhelatan yang memadukan lukisan, musik, dan film sebagai medium promosi potensi budaya dan pariwisata Pacitan. Melalui kombinasi itu, festival ini ingin menghadirkan pengalaman yang lebih utuh, di mana seni tidak berdiri sendiri, melainkan saling menguatkan dengan sektor lain.
Dengan 130 karya yang dipajang selama dua pekan lebih, Pacitan mendapat panggung yang cukup luas untuk menunjukkan bahwa seni budaya bisa menjadi pintu masuk baru dalam memperkuat daya tarik daerah. Jika gelaran ini berlanjut dengan konsisten, bukan tidak mungkin Pacitan akan semakin sering disebut dalam percakapan tentang seni rupa di Indonesia.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
