PT Ketrosden Triasmitra Tbk, sebuah perusahaan kontraktor jaringan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, telah mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp100-170 miliar untuk tahun 2025. Direktur Keuangan perusahaan, Vidcy Octory, mengonfirmasi bahwa Triasmitra telah menggunakan capex sebesar Rp200 miliar pada tahun 2024 dan berencana untuk menggunakan anggaran capex Rp100-170 miliar pada tahun 2025. Triasmitra juga sedang mempersiapkan pembangunan proyek sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Indonesia Tengah yang meliputi pendaratan di 10 kota di Indonesia.
Proyek ini dianggap layak karena Triamitra telah menyiapkan stub cable saat proses pendaratan di Makassar, sehingga kabel ini dapat disambungkan ke pulau Kalimantan. Vidcy juga menyatakan bahwa rencana kehadiran kabel laut milik Meta dan Google tidak akan menjadi pesaing langsung bagi Triasmitra, melainkan bisa menjadi peluang kerja sama bisnis. Dalam paparannya, dia menegaskan bahwa kabel-kabel Meta dan Google hanya melintasi perairan Indonesia tanpa melakukan pendaratan dan Triasmitra menyediakan layanan yang berbeda kepada pelanggan.
Triasmitra juga diberi kepercayaan untuk mengelola kabel bawah laut oleh dua kabel laut internasional, yaitu Asian Cable System dan kabel Indigo. Performa Triasmitra dalam menjaga integritas jaringan dan meminimalkan risiko putusnya kabel laut di perairan Indonesia telah membuat kedua perusahaan tersebut memilih Triasmitra sebagai mitra kolaborasi dalam pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur kabel lautnya. Dengan prestasi tersebut, Triasmitra berharap dapat menjalin kerja sama dengan kabel laut Meta dan Google di masa depan.

