Google memperkenalkan kembali fitur SafeSearch dan Family Link dalam acara #KeluargaCerdasBerinternet untuk membantu mengamankan anak-anak dan keluarga dari konten negatif di internet. Acara ini diperingati bersamaan dengan Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni 2025. Melalui fitur tersebut, Google ingin membantu keluarga menetapkan batasan dan memanfaatkan teknologi secara sehat sesuai dengan kebutuhan individu.
Anak-anak masa kini tumbuh dalam era teknologi, sehingga penting bagi keluarga untuk lebih peka terhadap informasi yang mereka temui online. Google Indonesia menekankan bahwa upaya untuk melindungi anak-anak dari risiko dunia maya, menghormati privasi, dan memberdayakan keluarga adalah tujuan utama perusahaan.
Fitur SafeSearch di Google Search secara otomatis memblokir konten dewasa dari hasil penelusuran untuk mencegah paparan konten eksplisit. Google juga meluncurkan setelan blur SafeSearch untuk melindungi pengguna, terutama yang di bawah 18 tahun, dari gambar vulgar. Namun, Google juga mengakui bahwa SafeSearch bukan alat yang sempurna dan mendorong pengguna untuk melaporkan konten tidak pantas.
Selain itu, Google mengembangkan fitur Family Link untuk membantu orang tua menciptakan kebiasaan digital yang sehat bagi keluarga mereka. Fitur ini memungkinkan orang tua untuk mengawasi waktu penggunaan perangkat anak, membatasi akses harian, dan melihat aktivitas serta lokasi perangkat mereka. Komunikasi terbuka tentang etika digital dan konsekuensi online tetap menjadi kunci utama dalam mendampingi anak-anak di era digital yang serba cepat ini, menurut psikolog anak Saskhya Aulia Prima. Dengan berdiskusi dan memberikan pemahaman kepada anak-anak, mereka dapat menjadi lebih cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan online.

