IHSG Berpotensi Menguat Berkat Sentimen BI Rate dan Tarif AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, didorong oleh sentimen positif dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan kesepakatan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Ketika perdagangan Rabu ditutup, IHSG mencapai level 7.192,02 dengan kenaikan 0,72 persen. Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan bahwa penguatan IHSG dipengaruhi oleh keputusan RDG BI untuk menurunkan BI Rate ke 5,25 persen dan penurunan tarif resiprokal Indonesia-AS. Faktor-faktor ini mendorong penguatan indeks. Secara teknikal, indikator MACD mengindikasikan tren positif yang membuat tren penguatan IHSG berlanjut. Walaupun demikian, pelaku pasar perlu waspada terhadap aksi ambil untung dan indikator Stochastic RSI yang menunjukkan jenuh beli. Investor juga memperhatikan data ekonomi global yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar. Dari analisa harian, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham emiten yang diperkirakan menguat seperti JPFA, BIRD, SMGR, SMBR, dan TOBA. Kedepannya, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi di dalam dan luar negeri.

Source link