Pilih Profesi Jadul atau Karir Modern? Gen Z Sulit Cari Kerja Kantoran

Semakin sulit mencari pekerjaan di era kecanggihan teknologi AI yang telah mengambil alih sejumlah profesi kantoran. Untuk mengatasi tantangan ini, banyak orang mulai mempertimbangkan untuk kembali ke pekerjaan lama. Di Amerika Serikat, beberapa sekolah mulai memberikan pelajaran keterampilan pertukangan dan pengelasan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan teknologi. SMA Middleton misalnya, menginvestasikan US$90 juta untuk memperbarui laboratorium manufakturnya, termasuk penggunaan lengan robot dengan pengendali komputer yang dapat diamati langsung melalui jendela kaca besar.

Kelas tersebut menawarkan pelajaran terkait konstruksi, manufaktur, dan pertukangan kayu yang dapat menarik minat siswa dengan mengungkapkan potensi penghasilan yang cukup menarik, seperti upah di pabrik baja yang berkisar antara US$41 ribu hingga US$52 ribu per jam. Hasilnya cukup efektif dengan menarik perhatian 2.300 siswa dalam beberapa tahun terakhir.

AI menjadi alasan munculnya ketertarikan pada keahlian pertukangan kembali, karena teknologi tersebut dianggap dapat menggantikan profesi di kantor. Hal ini menunjukkan pergeseran paradigma di mana pekerjaan tangan kini dianggap membutuhkan keterampilan tinggi dan memberikan gaji yang menggiurkan. Dengan adanya pengajaran keahlian pertukangan ini, diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk berkarir dalam profesi yang membangun dari awal hingga akhir.

Source link