Portal berita berupaya untuk memberikan informasi, dengan menghadirkan berita langsung kepada Anda

Senin, 14 September 2026
Gaya Hidup

Visa Integrity Fee: Penjelasan dan Biaya Masuk AS

20 Juli 2025Redaksi
Bagikan: WhatsApp Facebook X

Amerika Serikat kembali menambah lapisan biaya bagi calon pelancong asing. Melalui kebijakan yang lahir dari Undang-Undang One Big Beautiful Bill di bawah pemerintahan Donald Trump, pemerintah menetapkan Visa Integrity Fee sebesar US$ 250 untuk pemegang visa non-imigran. Biaya ini langsung memantik perhatian karena menyentuh hampir semua pengunjung yang datang dengan visa, mulai dari turis, pelancong bisnis, hingga pelajar internasional.

Biaya baru untuk visa non-imigran

Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebut kebijakan ini dibuat untuk memulihkan integritas sistem imigrasi AS. Pemerintah menegaskan, meski sebagian besar pemegang visa mematuhi aturan, ada sekitar 42% penduduk ilegal di AS yang sebenarnya masuk secara legal, tetapi kemudian tinggal melebihi batas waktu yang ditentukan. Dari situlah kebijakan ini dirancang sebagai semacam pengaman tambahan.

Biaya integritas visa tersebut tidak menggantikan pungutan lain yang sudah ada. Artinya, pengunjung tetap harus membayar biaya visa biasa, lalu menanggung tambahan US$ 250 saat visa diterbitkan. Jika pemegang visa ingin memperoleh pengembalian dana, mereka wajib mematuhi seluruh ketentuan visa, termasuk tidak bekerja secara ilegal dan tidak melebihi masa tinggal yang diizinkan.

Jadwal berlaku dan kewenangan penetapan biaya

Dalam ketentuan yang disebutkan, biaya ini berlaku untuk periode 1 Oktober 2024 hingga 30 September 2025. Namun, Menteri Keamanan Dalam Negeri juga diberi kewenangan untuk menetapkan biaya yang lebih tinggi sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga kini, belum sepenuhnya jelas kapan pungutan itu mulai diterapkan secara teknis, karena masih membutuhkan koordinasi lintas lembaga.

Ketidakpastian jadwal pelaksanaan membuat banyak pihak menunggu kejelasan lebih lanjut. Di sisi lain, beban biaya ini diperkirakan paling terasa bagi pemegang visa B, pelancong bisnis, dan pelajar internasional karena kelompok ini sangat bergantung pada akses masuk yang cepat dan terjangkau ke Amerika Serikat.

Dampak ke pariwisata dan agenda besar AS

Penerapan biaya baru ini muncul di saat Amerika Serikat bersiap menjadi tuan rumah sejumlah agenda besar pada 2026, termasuk America 250 dan Piala Dunia FIFA. Di tengah upaya menarik lebih banyak kunjungan, tambahan biaya justru dinilai bisa menjadi hambatan baru bagi calon wisatawan asing.

Situasi itu semakin rumit setelah Departemen Perdagangan AS memangkas dana untuk Brand USA, lembaga yang bertugas mempromosikan perjalanan masuk ke Amerika Serikat. Kombinasi biaya visa yang lebih mahal dan berkurangnya anggaran promosi membuat kebijakan ini dipandang kurang bersahabat bagi sektor perjalanan.

President dan CEO Asosiasi Perjalanan AS, Geoff Freeman, menilai pemerintah seharusnya mempertimbangkan investasi yang lebih cerdas dalam proses perjalanan. Menurutnya, jika biaya baru dibebankan kepada pengunjung asing sementara dana promosi ikut dipotong, dampaknya bisa terasa jauh lebih berat dari yang diperkirakan.

Redaksi

Redaksi Indoberita.net