Amerika Serikat menerapkan biaya integritas visa sebesar US$ 250 bagi para wisatawan yang berkunjung ke negara tersebut sesuai dengan Undang-Undang One Big Beautiful Bill yang diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump. Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memulihkan integritas dalam sistem imigrasi AS. Meskipun sebagian besar pemegang visa mematuhi persyaratan mereka, sekitar 42% dari penduduk ilegal di AS masuk secara legal tetapi tinggal melebihi batas waktu. Biaya ini wajib bagi semua pengunjung yang memerlukan visa non-imigran, termasuk turis, pelancong bisnis, dan pelajar internasional.
Waktu biaya tersebut berlaku dari 1 Oktober 2024 hingga 30 September 2025, dengan Menteri Keamanan Dalam Negeri berwenang menetapkan biaya yang lebih tinggi sesuai ketentuan. Pengunjung harus membayar biaya ini saat visa diterbitkan, dan tidak menggantikan biaya visa lainnya. Untuk mendapatkan penggantian biaya, pemegang visa harus mematuhi ketentuan visa, seperti tidak menerima pekerjaan ilegal dan tidak melebihi batas waktu visa mereka.
Meskipun belum jelas kapan pemberlakuan biaya integritas visa ini dimulai, prosesnya memerlukan koordinasi lintas lembaga. Biaya ini dapat berdampak pada pemegang visa B, pelancong bisnis, dan pelajar internasional lebih besar dibandingkan jenis pelancong lainnya. Bagi Amerika Serikat yang akan menjadi tuan rumah acara besar di tahun 2026, seperti “America 250” dan Piala Dunia FIFA, biaya ini menjadi tantangan tambahan.
Di sisi lain, pemotongan dana untuk Brand USA oleh Departemen Perdagangan AS juga menimbulkan dampak dalam promosi perjalanan masuk ke Amerika Serikat. Meskipun RUU One Big Beautiful Bill Act memberikan kontribusi positif terhadap infrastruktur AS, biaya baru dan pemangkasan dana untuk promosi Amerika tampaknya sulit diterima. President dan CEO Asosiasi Perjalanan AS Geoff Freeman menilai bahwa investasi cerdas dalam proses perjalanan perlu dipertimbangkan, sehingga biaya yang baru diterapkan bagi pengunjung asing dan pemotongan dana untuk Brand USA tidak menjadi beban yang terlalu berat.
