Insentif Penting untuk Industri Data Center di RI

Pusat data (data center) di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat dengan nilai ekonomi digital diprediksi mencapai US$365 miliar pada tahun 2030. Untuk mendukung pertumbuhan ekosistem dan industri data center yang lebih baik, diperlukan kerjasama antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan, kawasan industri, dan pelaku penyedia layanan data center. Proyeksi pasar pusat data dan komputasi awan (cloud) di Asean juga menunjukkan pertumbuhan yang pesat, dengan potensi mencapai US$600 miliar pada tahun 2030, bahkan bisa mencapai hingga US$1 triliun dengan kebijakan yang tepat.

Menurut data dari Satista, nilai bisnis pusat data di Indonesia terus meningkat, diprediksi mencapai US$5,82 miliar pada tahun 2030. Meskipun Indonesia sudah menjadi salah satu pemain utama di industri data center, kapasitas data center di negara ini masih berkisar 500 MW, padahal idealnya seharusnya mencapai 2.700 MW menurut laporan Structure Research. Tantangan yang dihadapi Indonesia adalah bagaimana menjadi hub data center di Asia Tenggara yang sebenarnya.

Dalam acara ‘Focus Group Discussion/FGD: Peluang dan Tantangan Bisnis Data Center di Indonesia’, para narasumber menyampaikan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan insentif yang menarik bagi para pemangku kepentingan industri data center. Denny Setiawan, Direktur Kebijakan dan Strategi Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, menekankan perlunya kebijakan yang jelas dan insentif yang kompetitif bagi penyedia pusat data dan pelanggan.

Soft launching portal LandBank.co.id dan InfoDigital.co.id turut diselenggarakan dalam acara tersebut. LandBank.co.id adalah portal berita sektor-emiten properti dan gaya hidup, sedangkan InfoDigital.co.id fokus pada berita emiten-sektor TIK dan gaya hidup. Dengan menciptakan regulasi yang mendukung dan insentif yang menarik, Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam industri data center di Asia Tenggara.

Source link