Robohnya tembok pembatas di area SDN 01 dan 02 serta SMPN 130 di Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, memunculkan sorotan baru terhadap pelaksanaan proyek renovasi di kawasan sekolah itu. Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, meminta pelaksana proyek tidak lepas tangan dan bertanggung jawab atas insiden yang terjadi, terutama karena dampaknya ikut dirasakan warga sekitar.
Wali Kota Minta Proyek Tak Merugikan Warga
Menurut Uus, pekerjaan yang sedang berlangsung harus ditangani secara hati-hati agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Ia menegaskan, proyek renovasi semestinya diselesaikan dengan baik, bukan justru memunculkan persoalan baru di lapangan. Karena itu, ia meminta pihak pelaksana proyek ikut bertanggung jawab atas tembok yang roboh tersebut.
Uus juga telah berkoordinasi dengan Kasudindik untuk menuntaskan masalah ini secara layak. Ia menekankan agar penanganan dilakukan dengan jelas sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik dari sisi sekolah maupun warga yang terdampak.
Diduga Dipicu Tanah Galian dan Kondisi Tembok yang Rapuh
Runtuhnya tembok pembatas itu diduga dipengaruhi beban tumpukan tanah dari proyek renovasi, ditambah hujan yang membuat tekanan pada tanah semakin berat. Kondisi tembok yang disebut sudah tua dan rapuh juga diduga memperparah kejadian. Peristiwa itu terjadi saat hujan gerimis pada Kamis, 20 November 2025.
Akibat insiden tersebut, sepeda motor serta bagian depan rumah warga ikut tertimpa material tembok yang roboh. Sejumlah warga yang berada di lokasi sempat panik karena kejadian berlangsung mendadak di tengah cuaca basah.
Warga Sempat Trauma, Bantuan Sosial Akan Dikerahkan
Uus menyebut akan meminta Suku Dinas Sosial setempat untuk turun tangan membantu warga yang mengalami trauma akibat peristiwa itu. Langkah ini ditempuh agar dampak kejadian tidak berhenti pada kerusakan fisik semata, tetapi juga menyentuh kebutuhan pemulihan psikologis warga yang terdampak.
Di lokasi kejadian, seorang warga bernama Heni menduga struktur tembok memang sudah tidak kuat menahan tanah galian dari proyek renovasi yang sedang berlangsung. Ia menilai hujan deras dan aktivitas pengeboran sebelumnya turut memperlemah kondisi bangunan pembatas tersebut. Sementara itu, peristiwa ini menambah daftar kerusakan bangunan akibat cuaca buruk, termasuk tembok gudang Sudin Sumber Daya Air Pemkot Jakarta Selatan yang juga jebol dan menimpa sejumlah kendaraan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
