Dapur umum pengungsian Gampong Raya Dagang di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, sedang aktif melayani 1.200 pengungsi yang terdampak banjir di wilayah tersebut. Keuchik (Kepala Desa) Raya Dagang, Mustafa Hasyim, menyampaikan bahwa dapur umum ini telah dibangun untuk membantu masyarakat setempat yang terpaksa mengungsi akibat banjir luapan sungai Peusangan.
Mustafa Hasyim juga mengungkapkan bahwa Gampong Raya Dagang merupakan salah satu desa yang paling terdampak oleh banjir luapan Krueng Peusangan. Diperkirakan sekitar 1.200 pengungsi saat ini tinggal di meunasah gampong dan gudang di sekitarnya. Bantuan makanan pagi, siang, dan malam tersedia untuk semua pengungsi yang tinggal di tempat ini.
Dalam hal kebutuhan logistik, Mustafa Hasyim mengatakan pasokan beras mencukupi untuk beberapa hari ke depan, namun lauk pauk masih kurang. Bantuan logistik seperti beras berasal dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Bireuen, lembaga swadaya masyarakat, dan donasi dari pihak lain.
Selain itu, kesehatan pengungsi juga menjadi perhatian. Saat ini, belum ada laporan penyakit yang serius di antara pengungsi, namun fasilitas medis seperti rumah sakit di Bireuen atau Puskesmas Peusangan telah siap memberikan penanganan jika diperlukan.
Tantangan terbesar saat ini adalah membersihkan lumpur di sekitar desa akibat banjir. Mustafa Hasyim meminta bantuan dari pemerintah daerah untuk menyediakan alat menyedot lumpur, terutama karena rumah warga tertimbun dengan lumpur hingga ketinggian dua meter. Bila lumpur tidak segera dibersihkan, proses pemulihan bisa memakan waktu yang cukup lama bagi masyarakat yang terdampak.

