Pemicu Pertumbuhan Penjualan Kondom di RI

Penjualan kondom di Indonesia mengalami pertumbuhan dua digit dalam beberapa tahun terakhir, menurut DKT Indonesia, penyedia utama alat kontrasepsi termasuk kondom. Pertumbuhan ini terjadi seiring dengan tren pasangan muda yang cenderung menunda atau menghindari memiliki anak. Menurut Group Brand Manager DKT Indonesia, Michael Suwito, penjualan kondom tetap tumbuh konsisten meskipun penetrasi pasar masih dianggap rendah.

Meskipun peningkatan penjualan kondom terjadi, penggunaan kondom secara nasional masih relatif rendah. Faktor seperti budaya, agama, tekanan sosial, dan stigma seks bebas menjadi hambatan utama dalam edukasi dan pembelian kondom. Bahkan, masih ada fenomena dimana konsumen merasa malu saat membeli kondom di toko, dengan cara-cara seperti menunggu toko sepi atau menyembunyikan kondom dengan membeli makanan ringan.

Menariknya, DKT tidak melihat lonjakan penjualan yang signifikan pada Hari Valentine di Indonesia, berbeda dengan negara-negara Barat yang mengalami peningkatan aktivitas seksual saat perayaan hari kasih sayang. Namun, edukasi mengenai seks yang aman mulai meningkat seiring dengan keterbukaan informasi di media sosial. Penggunaan kondom dianggap penting tidak hanya sebagai alat kontrasepsi, tetapi juga untuk melindungi dari infeksi menular seksual, termasuk HIV.

Dalam penggunaan kondom, dr. Erika Indrajaya dari DKT Indonesia menekankan bahwa kondom memiliki tiga fungsi, yaitu mencegah kehamilan, melindungi dari infeksi menular seksual, dan meningkatkan kenikmatan seksual. Ia juga mengingatkan tentang risiko kegagalan metode “keluar di luar” (withdrawal) dalam mencegah kehamilan, yang jika tidak dilakukan dengan benar, dapat menyebabkan kehamilan. Oleh karena itu, edukasi tentang penggunaan kondom serta keamanan seksual sangat penting untuk kesehatan masyarakat secara umum.

Source link