Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak fiskal yang kredibel dan fondasi ekonomi yang kuat, sehingga tidak pernah gagal membayar utang sepanjang sejarahnya. Dalam acara Jamuan Iftar dan Business Summit di Kamar Dagang AS (U.S. Chamber of Commerce) di Washington DC, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus menghormati utang-utang sebelumnya, sambil terus memperkuat ekonomi nasional melalui reformasi tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penegakan hukum yang tegas. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti kemiskinan dan masalah gizi anak, Presiden Prabowo bertekad mengatasi masalah tersebut secara langsung dengan mencari solusi terbaik.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Presiden Prabowo mengumumkan pendirian sepuluh universitas baru berbasis STEM untuk menjawab kekurangan tenaga medis dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul. Selain itu, pemerintah juga sedang membangun 500 sekolah menengah berkualitas tinggi dan membuka kolaborasi dengan institusi pendidikan luar negeri. Di sektor tata kelola, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi dan aktivitas ekonomi ilegal, seperti pertambangan dan pembalakan liar.
Penegakan hukum dan kepastian regulasi menjadi prioritas utama bagi Presiden Prabowo untuk menciptakan stabilitas sosial dan politik yang kondusif bagi dunia usaha. Dengan upaya konkret seperti menutup tambang ilegal dan menyita lahan korporasi yang melanggar hukum, Presiden Prabowo menegaskan keseriusannya dalam menciptakan iklim yang mendukung bisnis dan ekonomi. Keseluruhan, Presiden Prabowo memperlihatkan komitmen kuat pemerintahannya dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat dan menjaga kredibilitas fiskal Indonesia untuk menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
