Pada pembukaan perdagangan di Jakarta hari Rabu, nilai tukar rupiah melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.848 per dolar AS dari sebelumnya. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyatakan bahwa sentimen terhadap rupiah dipengaruhi oleh sikap hati-hati investor menjelang pidato Presiden AS Donald Trump. Trump dijadwalkan memberikan pidato Kenegaraan (State of the Union/SOTU) yang diperkirakan akan memuji pencapaiannya sejak menjabat untuk kedua kalinya. Hal ini terjadi di tengah penurunan approval rating Trump, yang memengaruhi kehati-hatian investor dan menguatkan permintaan terhadap dolar AS. Berdasarkan hal tersebut, rupiah diproyeksikan diperdagangkan dalam kisaran tertentu. Kehati-hatian dalam pasar mengarahkan peluang perdagangan, termasuk pengaruh potensial dari kebijakan perdagangan AS dan tindakan di Timur Tengah. Jajak pendapat terbaru menunjukkan persentase warga Amerika yang merasa bahwa Trump belum cukup memperhatikan masalah-masalah terpenting negara. Dalam konteks ini, pergerakan nilai tukar rupiah dipantau oleh para pelaku pasar dengan cermat, dan proyeksi nilai tukar rupiah menjadi perhatian di pasar perdagangan.
