Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan perintah kepada seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mempublikasikan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui media sosial sebagai upaya transparansi kepada masyarakat. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya, menegaskan bahwa informasi yang diunggah harus mencakup seluruh detail menu makanan, informasi gizi yang terkandung, dan biaya penyediaan makanan dalam program MBG.
Sonny menekankan bahwa media sosial digunakan sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat di mana seluruh informasi terkait program MBG harus terbuka dan mudah diakses. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat dapat mengetahui dengan jelas kualitas dan komposisi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program, seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan peserta didik.
Selain itu, masyarakat juga diperbolehkan untuk menyampaikan protes langsung kepada SPPG jika menemukan menu MBG yang dianggap tidak layak. Hal ini menjadi salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas publik dalam program tersebut. Sonny juga mengatakan bahwa masyarakat dapat membagikan informasi tersebut di media sosial dengan tujuan perbaikan layanan, asal dilengkapi dengan laporan kepada pihak SPPG terkait.
Meskipun informasi dapat viral di media sosial, Sonny menyatakan bahwa hal tersebut seharusnya tujuannya untuk memperbaiki layanan, bukan sekadar viralkan tanpa tujuan yang jelas. Badan Gizi Nasional akan terus melakukan upaya bersama dengan pihak terkait untuk memastikan program MBG berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Antara Rubby Jovan Primananda sebagai pewarta untuk memastikannya, dan semua informasi yang disampaikan di artikel ini merupakan hak cipta dari ANTARA tahun 2026.
