Sikap Eropa Terbelah Terkait Serangan AS-Israel ke Iran

Negara-negara Eropa masih terpecah dalam menyikapi serangan AS-Israel terhadap Iran di tengah tekanan Amerika Serikat agar sekutunya mendukung operasi militer tersebut. Sejumlah anggota Uni Eropa (UE) dan Inggris menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan deeskalasi tanpa memiliki strategi terpadu yang jelas. Pada Rabu (4/3), Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Presiden AS Donald Trump mengharapkan “semua sekutu Eropa” mendukung AS dan Israel. Trump secara terang-terangan mengkritik keraguan sejumlah pemerintah Eropa dan menyindir Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer setelah London menolak mendukung serangan tersebut.

Di sisi lain, UE mendorong diplomasi dan peningkatan upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah. Para menteri luar negeri UE menggelar konferensi darurat untuk menilai situasi di Iran dan kawasan sekitarnya. Juru bicara Komisi Eropa menyatakan UE akan terus mendukung solusi diplomatik untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Sementara itu, Inggris mengambil sikap hati-hati dengan menggabungkan kritik terhadap Iran dan seruan diplomasi, serta membatasi penggunaan pangkalan Diego Garcia oleh AS.

Prancis menekankan pentingnya hukum internasional dan mencoba menghindari konfrontasi langsung dengan Washington, meskipun Paris memberi izin kehadiran sementara pesawat AS di sejumlah pangkalan. Sedangkan Jerman, lebih sejalan dengan AS, menggambarkan Iran sebagai ancaman keamanan utama dan menekankan pentingnya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Spanyol dan Italia mengecam serangan terhadap Iran, sementara Eropa Timur memberikan dukungan politik lebih jelas terhadap operasi yang dipimpin AS tanpa terlibat langsung dalam kampanye militer tersebut.

Dengan pandangan yang terbelah, negara-negara Eropa terus berupaya menemukan solusi diplomatik dan menjaga stabilitas global di tengah ketegangan di Timur Tengah. Masing-masing negara memiliki perspektif dan kepentingan sendiri dalam menghadapi krisis tersebut, namun penting untuk tetap menghormati hukum internasional dan menjaga kedamaian global. Menjaga koordinasi dan konsistensi antar negara-negara Eropa akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan yang kompleks ini.

Source link