Pemerintah Indonesia mengutuk keras peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon yang telah menimbulkan korban jiwa dan merusak infrastruktur, serta dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa eskalasi serangan Israel ke Lebanon melanggar Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 1701 Tahun 2006 serta hukum humaniter internasional. Indonesia juga menyuarakan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas territorial Lebanon serta menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil. Selain itu, Indonesia mencatat ketegangan tidak hanya terjadi di sepanjang garis demarkasi “Blue Line” di Lebanon selatan, tetapi juga di ibu kota Beirut.
Pemerintah Indonesia mendorong semua pihak yang terlibat konflik untuk mengedepankan dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mencapai perdamaian. Kemlu RI juga mengekspresikan keprihatinan atas serangan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang mengakibatkan sejumlah personel perdamaian terluka. Indonesia menegaskan pentingnya semua pihak memastikan keselamatan personel dan properti PBB di Lebanon sesuai dengan hukum internasional.
Lebih lanjut, dalam situasi terkini di Lebanon, Indonesia memberikan apresiasi kepada Kontingen Garuda yang tetap menjalankan tugas di UNIFIL. Serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari serta serangan Hizbullah ke pos militer Zionis pada 2 Maret menjadi sorotan. Meskipun gencatan senjata sejak November 2024 masih berlaku, Israel terus melakukan pelanggaran yang berakibat fatal. Serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan lebih dari 400 orang dan menyebabkan ribuan warga Lebanon mengungsi.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan Lebanon, berupaya menghentikan serangan yang merugikan warga sipil, serta mencari solusi damai melalui dialog dan diplomasi. Pemerintah Indonesia tetap mengutamakan keselamatan personel Garuda di wilayah konflik UNIFIL, sebagai upaya memastikan kemanan dan perdamaian di kawasan tersebut.
