Polres Lampung Selatan (Lamsel) menerapkan sistem skrining tiket dan pemberian stiker penanda bagi kendaraan pemudik di beberapa titik, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni. Kabag Ops Polres Lampung Selatan, Kompol Deprison, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga kondisi di pelabuhan tetap aman dan kondusif. Pemeriksaan dilakukan di beberapa pos pengamanan yang tersebar di sepanjang perjalanan menuju pelabuhan Bakauheni. Kendaraan yang sudah memiliki tiket akan diberi stiker sesuai dengan tujuan pelabuhannya, seperti stiker hijau untuk kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan ASDP Bakauheni, stiker merah untuk kendaraan yang hanya akan melakukan penjemputan di terminal, dan stiker kuning untuk kendaraan yang akan menuju Pelabuhan BBJ (Bandar Bakau Jaya).
Selain itu, petugas juga akan memeriksa bukti tiket, baik dalam bentuk digital maupun cetak. Jika pemudik belum memiliki tiket, mereka akan diarahkan untuk membeli terlebih dahulu melalui gerai resmi atau loket yang tersedia di sekitar lokasi. Tujuannya adalah agar arus kendaraan di pelabuhan dapat diatur secara efektif dan lancar. Sistem skrining dan pemberian stiker ini juga merupakan bagian dari manajemen rekayasa lalu lintas yang diterapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.
Polres Lampung Selatan menekankan pentingnya patuh terhadap petunjuk petugas serta membeli tiket melalui kanal resmi untuk menghindari kendala di pelabuhan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memiliki tiket sebelum memasuki kawasan pelabuhan, dan dalam kondisi darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, mereka dapat menghubungi layanan call center 110 yang tersedia selama 24 jam. Dengan penerapan sistem skrining dan pemberian stiker ini diharapkan arus kendaraan menuju pelabuhan dapat berjalan lebih tertib, lancar, dan kondusif selama Operasi Ketupat Krakatau 2026.
