Bank Mandiri Region X Sulawesi dan Maluku berkolaborasi dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Makassar untuk mempercepat modernisasi pasar tradisional melalui transformasi digital di sektor perdagangan. Regional CEO Bank Mandiri Region X Sulawesi dan Maluku, Nunung Andreas Wisnu, menjelaskan kunjungan ke Perumda Pasar Makassar bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan bagi para pedagang, serta mendorong penerapan sistem transaksi non-tunai di lingkungan pasar. Dalam program digitalisasi pasar, Pasar Pabaeng-Baeng menjadi lokasi percontohan, di mana menggunakan QRIS Mandiri diharapkan akan mempermudah transaksi jual beli secara mudah, cepat, dan efisien.
Bank Mandiri juga menegaskan komitmen dalam mendukung pelaku UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan pembiayaan hingga Rp500 juta, termasuk pinjaman hingga Rp100 juta tanpa jaminan. Direktur Utama Perumda Pasar Kota Makassar, Ali Gauli Arief, menyambut baik langkah tersebut dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan dukungan dari Bank Mandiri. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi seluruh pedagang di pasar-pasar di Makassar.
Dengan langkah ini, Pasar Pabaeng-Baeng diharapkan menjadi model transformasi pasar tradisional menuju ekosistem digital yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Ali mengharapkan pembinaan dari pihak perbankan dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga para pedagang semakin siap menghadapi era digital dan meningkatkan daya saing usahanya. Ini menjadi langkah penting dalam mempercepat modernisasi pasar tradisional di Kota Makassar.
