Menkeu Purbaya: BBM Subsidi Tetap Stabil Hingga 2026

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, telah menegaskan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun ini. Meskipun harga minyak dunia terus meningkat akibat eskalasi konflik AS-Israel melawan Iran, Menkeu memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tetap stabil. Namun, dinamika harga BBM non-subsidi tetap tidak dapat diprediksi karena tidak termasuk dalam program keringanan harga dari pemerintah.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapannya untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun, dengan asumsi harga minyak sebesar 100 dolar AS per barel. Langkah-langkah mitigasi dan perhitungan ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah dipersiapkan jika harga minyak dunia naik, baik menjadi 80 dolar AS per barel maupun 100 dolar AS per barel.

Pemerintah juga memiliki sumber dana lain untuk mengantisipasi tekanan harga minyak dunia, seperti dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp420 triliun, termasuk Rp200 triliun yang ditempatkan di perbankan. Selain itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) juga dapat menjadi buffer bagi kebutuhan anggaran subsidi BBM.

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dana untuk anggaran subsidi BBM cukup dan terjamin, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah memiliki langkah-langkah konkret dalam menghadapi kenaikan harga minyak dan tetap memastikan ketersediaan BBM bersubsidi hingga akhir tahun. Dengan berbagai sumber dana dan pos pendapatan yang dimiliki pemerintah, diharapkan kebutuhan anggaran subsidi BBM dapat terpenuhi dengan baik untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Source link