Balai Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V Jayapura memperkirakan bahwa fenomena El Nino yang akan terjadi di Papua kemungkinan akan mengakibatkan penurunan curah hujan. Prakirawan BMKG Jayapura, Finnyalia Napitupulu, menjelaskan bahwa El Nino dapat berkontribusi pada penurunan curah hujan terutama selama musim kemarau. Berdasarkan prediksi iklim, diperkirakan bahwa El Nino dengan intensitas lemah hingga sedang akan menyebabkan penurunan curah hujan terutama saat puncak musim kemarau. Hal ini juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Jayapura, terutama pada bulan Juli hingga Agustus.
Meskipun demikian, Finny menekankan bahwa meskipun kemungkinan hujan masih ada selama musim kemarau, namun frekuensi dan intensitasnya tidak akan sebesar selama musim hujan. Saat ini, terdapat satu siklon tropis aktif di wilayah Laut Filipina yang tidak akan memberikan dampak langsung pada kondisi cuaca di Papua. Sementara itu, Siklon Tropis Maila yang sebelumnya terpantau di sekitar Indonesia, telah melemah dan bergerak menjauh dari Papua.
Dalam menghadapi fenomena cuaca tersebut, masyarakat diminta untuk tetap waspada terutama selama puncak musim kemarau. BMKG juga mendorong masyarakat untuk terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh lembaga ini guna mengantisipasi potensi cuaca yang akan terjadi. Selain itu, adanya peringatan dan rekomendasi terkait kondisi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih siap menghadapi dampak fenomena El Nino di Papua.
