Semangat Bandung atau Bandung Spirit yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika tetap relevan dan menjadi kompas moral di tengah dinamika global yang semakin tidak pasti. Menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, kebudayaan harus ditempatkan sebagai instrumen utama diplomasi untuk memperkuat solidaritas dan persahabatan antarbangsa, terutama di kawasan Asia dan Afrika. Dalam dunia yang semakin tanpa batas, kebudayaan memiliki peran penting sebagai benteng untuk menjaga jati diri bangsa dan sebagai jembatan untuk membuka dialog internasional.
Konferensi Asia-Afrika yang telah berlangsung 71 tahun silam di Bandung, menjadi tonggak penting dalam diplomasi dunia. Dari forum tersebut, prinsip-prinsip Dasasila Bandung lahir, mendorong solidaritas, kerja sama, dan menjadi cikal bakal Gerakan Non-Blok. Fadli Zon juga mendorong penguatan kerja sama kebudayaan antarnegara Asia dan Afrika melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan solidaritas, dan pelestarian warisan budaya. Semangat solidaritas, kesetaraan, dan kerja sama antarbangsa harus terus digaungkan sebagai kekuatan moral menghadapi dunia yang semakin terfragmentasi.
Menteri Kebudayaan juga menekankan pentingnya melindungi kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun perdamaian berkelanjutan. Perbedaan antarbangsa seharusnya bukan sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk membangun dunia yang lebih adil, damai, dan beradab. Sebagai kompas moral, Bandung Spirit tetap hidup dan harus terus diimplementasikan untuk menjaga perdamaian dan persatuan antarbangsa.
