Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin, untuk membahas percepatan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara (pantura) Pulau Jawa. Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan bahwa pembangunan masih dalam tahap perencanaan. Meskipun belum ada target waktu yang ditetapkan, Presiden telah memerintahkan untuk mempercepat rencana pembangunan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo juga memerintahkan kampus-kampus untuk turut mendukung pembangunan tanggul laut raksasa. Infrastruktur ini dianggap strategis karena dapat menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta penduduk yang tinggal di area pesisir utara Pulau Jawa.
Rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI juga dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kolaborasi antara Mendiktisaintek serta BOPPJ juga menjadi fokus dalam membangun tanggul laut berbasis sains. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat pesisir Pulau Jawa.
