Keselamatan Penjaga Perdamaian PBB: Tidak Bisa Ditawar

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan pentingnya keselamatan dan keamanan bagi pasukan penjaga perdamaian PBB. Hal ini disampaikan melalui Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, dalam merespons insiden terhadap anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon. Indonesia komitmen dalam menjalankan mandat misi UNIFIL sesuai Resolusi 1701 (2006) dengan terus mengevaluasi situasi di lapangan.

Negara ini terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat pelindungan personel. Pemerintah RI juga memperhatikan situasi keamanan di Lebanon serta implikasinya terhadap partisipasi Indonesia dalam misi UNIFIL. Bersama negara-negara kontributor, Indonesia mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah konkret demi memperkuat perlindungan pasukan penjaga perdamaian.

Partisipasi Indonesia dalam UNIFIL merupakan bagian dari komitmen internasional bagi perdamaian dunia. Sebagai negara yang telah kehilangan personel dan mengalami luka saat bertugas di Lebanon, perubahan terkait partisipasi personel TNI dalam UNIFIL harus melalui pertimbangan matang. Keputusan terkait masalah ini, termasuk usulan penarikan, harus mempertimbangkan keselamatan personel, relevansi mandat UNIFIL, dan kontribusi Indonesia terhadap stabilitas kawasan.

Source link