Hari Kartini kembali menjadi momentum yang penting bagi Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, untuk menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan. Dalam kunjungan ke Sentra Wirajaya Kementerian Sosial RI di Makassar, Aliyah menyaksikan langsung proses pelatihan batik ciprat dan menjahit yang diikuti oleh 16 peserta. Dia menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan harus terus digalakkan untuk mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
Dalam peringatan Hari Kartini ini, Sentra Wirajaya di Makassar menggelar pelatihan berbasis kompetensi untuk masyarakat rentan binaan. Aliyah menekankan bahwa pelatihan semacam ini memberikan ruang bagi para ibu untuk berkembang dan memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Dia juga menyoroti peran strategis pelatihan berbasis kompetensi dalam membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama kelompok rentan, sehingga mereka dapat mandiri dan berdaya.
Selain melihat proses pelatihan, Aliyah juga menyerahkan paket parsel kepada seluruh peserta sebagai wujud perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Yusran, Kepala KTU Sentra Wirajaya, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap kegiatan pembinaan di sentra tersebut. Program pelatihan ini ditujukan untuk masyarakat dari kelompok desil 1 hingga desil 4 dengan tujuan meningkatkan keterampilan fungsional yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan usaha mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pemerintah Kota Makassar memberikan komitmen dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan berbasis kompetensi, khususnya bagi masyarakat rentan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan yang lebih merata.
