Basarnas Kerahkan 14 Personel untuk Evakuasi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
Badan SAR Nasional (Basarnas) telah mengerahkan 14 personel tambahan untuk membantu dalam evakuasi lima korban yang masih terperangkap di gerbong KRL Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi. Pengerahan personel tambahan diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi korban yang terjebak selama sekitar lima jam sejak kejadian tersebut terjadi pada Senin malam.
Detil Pengerahan Personel
Humas Kantor SAR Jakarta, Ramili Prasetio, menyampaikan harapannya melalui keterangan resmi pada Selasa dini hari. Menurutnya, “Empat belas personil saat ini kembali diberangkatkan dari Basarnas Special Group. Korban terjebak berjumlah lima orang, dan upaya penyelamatan masih terus dilakukan.”
Sebelumnya, Basarnas telah berhasil mengevakuasi dua korban yang terperangkap di dalam gerbong kereta. Dua korban tersebut telah menerima perawatan medis dari tim dokter dan paramedis di lokasi kejadian sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat.
Upaya Penanganan dan Fokus Evakuasi
KAI (Kereta Api Indonesia) telah mengkonfirmasi bahwa seluruh upaya evakuasi difokuskan pada penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan. Kejadian ini terjadi ketika KRL Commuter Line sedang berhenti di jalur 1 menuju ke arah timur (Cikarang) dan ditabrak oleh kereta jarak jauh yang datang dari arah barat.
Tim SAR terus berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan evakuasi korban yang terperangkap akibat kecelakaan KRL tersebut. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperlancar proses evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban dengan secepatnya.
