Pemkot Jayapura Evaluasi Layanan Bus Antar Jemput ASN
Pemerintah Kota Jayapura, Papua, sedang mengevaluasi layanan bus antar jemput Aparatur Sipil Negara (ASN) karena dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite terhadap operasional. Langkah ini diambil untuk mengatasi lonjakan biaya operasional akibat harga BBM yang naik secara signifikan.
Tantangan Baru dengan Kenaikan Harga BBM
Kepala Bagian Umum Setda Kota Jayapura, Andi Mappiguna, menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM Dexlite mempengaruhi biaya operasional bus pemerintah yang melayani ASN. Untuk trayek dalam kota, biaya operasional harian mencapai Rp650 ribu, sedangkan untuk rute luar kota bisa mencapai Rp950 ribu. Adanya kenaikan harga BBM membuat operasional semakin mahal dan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh.
Evaluasi Mendukung Efisiensi dan Kelayakan Layanan
Andi mengungkapkan bahwa evaluasi akan difokuskan pada efektivitas layanan, terutama terkait jumlah penumpang di setiap rute. Jika jumlah ASN yang menggunakan layanan kurang dari 10 orang dalam satu trayek, akan dinilai tidak efisien dan memerlukan peninjauan ulang. Data dari para sopir bus akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Diharapkan evaluasi ini dapat menghasilkan kebijakan yang tetap memberikan pelayanan kepada ASN, namun lebih efisien dan berkelanjutan di tengah dinamika harga energi yang terus berubah. Evaluasi akan menjadi acuan untuk melaporkan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan ke depan.
