Tanda-tanda Burnout Pekerja yang Perlu Diwaspadai
Dokter spesialis kejiwaan atau psikiater dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Adhitya S Ramadianto, SpKJ(K), mengungkapkan bahwa semakin banyak pekerja yang mengalami burnout atau kelelahan akibat beban kerja yang berat. Hal ini dapat ditandai dengan gejala yang perlu diwaspadai.
1. Emotional Exhaustion
Salah satu tanda burnout adalah emotional exhaustion atau merasa lelah secara emosional. Seseorang dengan kondisi ini akan merasa energi terkuras begitu bangun tidur dan tidak memiliki semangat untuk menghadapi pekerjaan.
Gejala ini seringkali membuat seseorang merasa lelah secara berlebihan, jauh melampaui beban kerja yang seharusnya ia hadapi. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mental dan fisik yang serius.
2. Depersonalisasi
Kemunculan depersonalisasi adalah gejala kedua seseorang mengalami burnout. Kondisi ini membuat seseorang merasa tidak lagi hadir secara penuh dalam pekerjaannya karena sudah terlalu lelah. Hal ini seringkali muncul pada profesi yang banyak berinteraksi dengan orang lain.
Seiring dengan kelelahan yang dialami, seseorang dapat kehilangan empati dan cenderung bersikap kurang ramah terhadap orang-orang di sekitarnya. Hal ini dapat berdampak negatif pada hubungan sosial dan produktivitas kerja.
3. Lack of Personal Achievement
Gejala ketiga burnout adalah lack of personal achievement, di mana seseorang cenderung hanya fokus mengejar tugas tanpa merasakan pencapaian atau kepuasan atas hasil kerja yang telah dilakukan. Hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan kehilangan motivasi dalam bekerja.
Adhitya menekankan pentingnya mengenali gejala-gejala burnout ini dan mencari cara untuk menguranginya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menciptakan keseimbangan antara waktu kerja dan kehidupan pribadi, serta menjalani gaya hidup yang menitikberatkan pada ketenangan.
