BPH Migas akan segera melakukan pembaruan pada sistem kode Quick Response (QR Code) untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebagai respons terhadap kasus penyelundupan dan penyalahgunaan BBM melalui barcode. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa sistem QR Code saat ini statis dan akan diperbarui menjadi dinamis untuk menghindari pemalsuan dan duplikasi yang dilakukan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Perang Teknologi dalam Penyalahgunaan BBM Subsidi
Anas juga menyoroti perkembangan teknologi yang memungkinkan penggunaan AI untuk meniru identitas kendaraan, termasuk mencetak dokumen palsu seperti plat nomor dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) untuk didaftarkan di aplikasi mypertamina. Dengan pembaruan QR Code menjadi dinamis, pihak BPH Migas berharap dapat meminimalkan penyalahgunaan yang terjadi di SPBU.
Penegakan Aturan dan Pengawasan Ketat
Untuk mengatasi praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang melibatkan jaringan kelompok tertentu, BPH Migas juga akan mengevaluasi sistem QR Code untuk instansi dan industri. Setiap mitra BPH Migas akan dipastikan memiliki surat jalan resmi dari Pertamina untuk memastikan transparansi distribusi BBM subsidi.
Dalam kasus penyalahgunaan BBM subsidi di Provinsi Sulawesi Selatan, Polda Sulsel telah berhasil menyita sejumlah BBM bersubsidi yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. Upaya penegakan hukum ini diharapkan dapat mengurangi kerugian negara akibat tindakan penyelundupan dan penyalahgunaan BBM.
