Emiten Telko Mencapai Capex Rp11,33 Triliun di Kuartal I-2026
Jakarta, ID – Tiga emiten telkomunikasi digital (telko) terkemuka di Indonesia, yaitu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL), mencatat realisasi total belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp11,33 triliun pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar Rp2,47 triliun (27,88%) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capex Pencapaian Tercatat
Salah satu sorotan dari capex tiga emiten telko tersebut adalah pertumbuhan yang impresif dari PT XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL). Capex XLSMART melonjak hingga 78,57% menjadi Rp2,25 triliun pada kuartal I-2026, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara PT Indosat Tbk juga berhasil menaikkan angka capex-nya menjadi Rp4,18 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 59,54%.
Meskipun demikian, terdapat penurunan capex yang tercatat untuk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Capex perusahaan ini turun senilai Rp0,1 triliun (2%) menjadi Rp4,9 triliun pada kuartal I tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Alokasi Belanja Modal
Alokasi belanja modal yang sebagian besar dialokasikan untuk membangun infrastruktur, terutama penambahan penguat sinyal seluler di menara telekomunikasi (base transceiver station/BTS), menjadi fokus utama ketiga emiten telko tersebut. Selain itu, investasi juga dilakukan dalam pengembangan bisnis digital untuk mengikuti tren pasar yang semakin digital.
Terkait dengan alokasi capex, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa sebagian besar dana dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti, seperti B2C, B2B Infrastructure, dan International. Sisa alokasi digunakan untuk pengembangan platform digital secara disiplin.
Dengan perencanaan dan eksekusi strategi yang baik, diharapkan tiga emiten telko tersebut mampu tetap menjadi pemain utama dalam industri telekomunikasi digital Indonesia. Hal ini juga diharapkan dapat berdampak positif bagi ekosistem digital nasional serta masyarakat Indonesia keseluruhan.
