Indonesia dan Swedia Jajaki Kerja Sama di Bidang Keamanan Siber
Jakarta, ID – Negara Indonesia dan Swedia sedang menjajaki peluang kerja sama bilateral dalam bidang keamanan siber dan penguatan ketahanan digital nasional. Hal tersebut dibahas Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi saat menerima kunjungan kerja Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Asean Daniel Blockert di Ruang Paroksharta, Kantor BSSN, Jakarta, baru-baru ini.
Pertemuan Penting untuk Keamanan Nasional
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BSSN didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan BSSN. Nugroho pun menyampaikan apresiasi atas kunjungan Duta Besar Swedia beserta delegasinya ke Kantor BSSN.
Transformasi digital yang terus berkembang membawa peluang besar bagi pembangunan nasional, namun juga membawa ancaman siber yang semakin kompleks dan lintas batas. Nugroho menegaskan pentingnya penguatan ekosistem keamanan siber nasional melalui berbagai langkah seperti regulasi, tata kelola, peningkatan kapasitas teknis, perlindungan infrastruktur informasi vital, respons insiden, dan kerja sama internasional.
Kerja Sama Strategis dengan Swedia
Kepala BSSN menilai Swedia sebagai mitra strategis dalam pengembangan keamanan siber nasional. Pengalaman Swedia dalam membangun tata kelola digital, ekosistem industri, dan pengembangan teknologi dianggap sebagai referensi penting bagi Indonesia dalam memperkuat ketahanan ruang siber nasional.
Dalam pembahasan kerja sama melalui kerangka Sweden–Indonesia Sustainability Partnership (SISP), kedua belah pihak membahas peluang kolaborasi di bidang keamanan siber, terutama pada fokus digitalisasi dan Industry 4.0. Ini mencakup berbagai aspek seperti strategi keamanan siber nasional, respons insiden siber, perlindungan infrastruktur informasi vital, pengembangan SDM dan literasi keamanan siber, serta regulasi dan tata kelola keamanan siber.
Hadiri perwakilan Ericsson Indonesia dan Business Sweden dalam audiensi tersebut juga membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah dan ekosistem industri. Kerja sama teknis diarahkan untuk mendukung kepentingan nasional, terutama dalam penguatan SDM, keamanan jaringan telekomunikasi, perlindungan infrastruktur informasi vital, serta peningkatan ketahanan ruang siber.
Nugroho berharap komunikasi dan diskusi yang terjalin dapat menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi peluang kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Swedia di bidang keamanan siber dan transformasi digital.
