Pemkot Makassar: Sistem Peringatan Dini Menggunakan Medsos

Pemkot Makassar Gunakan Medsos Sebagai Sistem Peringatan Dini

Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah mengadopsi media sosial (medsos) sebagai sistem peringatan dini melalui aplikasi Lontara+ dalam upaya memperkuat layanan publik, komunikasi pemerintahan, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Medsos Sebagai Sensor Sosial Kota

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, mengatakan bahwa medsos kini tidak hanya digunakan sebagai saluran informasi dari pemerintah, tetapi juga sebagai sensor sosial untuk membaca dinamika publik secara cepat. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk mendeteksi potensi permasalahan sejak dini dan merespons setiap isu sebelum menjadi krisis komunikasi publik yang lebih besar.

Membangun Pola Komunikasi Kolaboratif

Pemkot Makassar juga memberikan perhatian khusus terhadap akun-akun informasi lokal yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. Roem menekankan pentingnya membangun persepsi bersama di internal pemerintah untuk memiliki respons yang seragam terhadap informasi yang muncul di ruang digital.

Melalui integrasi data digital dan dashboard Wali Kota Makassar, pemerintah dapat mengambil keputusan berbasis data dengan lebih cepat dan tepat. Pendekatan ini juga membantu dalam meredam potensi pro dan kontra terhadap kebijakan publik serta meningkatkan penerimaan kebijakan baru oleh masyarakat.

Pemkot Makassar telah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan digital, meningkatkan kualitas komunikasi publik, dan memberikan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan melalui partisipasi dalam Forum Komunikasi dan Digital Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia.

Source link