ASN Pemprov Sulsel Diberikan Pelatihan Kampanye Antikorupsi Berbasis Konten Lokal
Minggu, 5 Juli 2026 14:59 WIB
Makassar (ANTARA) – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menerima pelatihan kampanye antikorupsi berbasis konten lokal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai wujud dukungan dalam upaya pemberantasan korupsi.
Kabid Humas Diskominfo Statistik dan Persandian Provinsi Sulsel, Darmawangsyah, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan KPK menjadi referensi penting bagi insan humas pemerintah dalam menyusun strategi komunikasi publik yang kreatif tanpa mengesampingkan akurasi informasi dan nilai integritas.
Ia menjelaskan bahwa kampanye antikorupsi harus tidak hanya informatif, tetapi juga harus disajikan secara menarik, dekat dengan masyarakat, dan mampu memanfaatkan karakteristik media digital. Melalui webinar ini, pihaknya mendapat wawasan yang berharga untuk menciptakan konten publik yang lebih efektif dalam membangun budaya integritas di Sulawesi Selatan setelah mengikuti Webinar Seri III Program Pariwara Antikorupsi 2026 yang diadakan oleh KPK.
Pentingnya Kolaborasi dan Pengemasan Konten Menarik
Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, Irawati, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar kampanye antikorupsi dapat mencapai masyarakat secara lebih luas. Menurutnya, pencegahan korupsi memerlukan komitmen dari seluruh perangkat daerah untuk bersama-sama meningkatkan budaya integritas.
Sementara itu, praktisi media digital, M. Khalisul Hakim, menekankan pentingnya mengemas konten secara menarik, terutama pada bagian hook. Ia menjelaskan bahwa rata-rata perhatian pengguna media sosial hanya sekitar 8,25 detik, sehingga konten harus mampu menarik perhatian dalam waktu singkat untuk mempertahankan minat pengguna.
Hakim menambahkan bahwa media sosial adalah media hiburan, sehingga konten yang disajikan harus dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat pengguna.
Pewarta: Abdul Kadir
