Lebih Dari 70 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Tidak Terdiagnosis
Penderita diabetes di Indonesia menghadapi masalah serius, dimana lebih dari 70 persen dari mereka tidak menyadari kondisi kesehatan mereka. Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Em Yunir, dalam acara Forum Jurnalis Kesehatan di Jakarta.
Situasi Penderita Tidak Terdiagnosis
Prof. Yunir menjelaskan bahwa penderita diabetes yang tidak terdiagnosis rentan mengalami komplikasi fatal karena umumnya baru menyadari kondisinya saat sudah terlambat. Banyak pasien baru mendapatkan diagnosis diabetes ketika sedang berobat untuk penyakit lain atau dalam kondisi gawat darurat. Data terkini dari Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat, dengan satu dari sepuluh penduduk saat ini menderita diabetes.
Organisasi Diabetes Internasional (IDF) mencatat bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia sudah melebihi 20 juta orang, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga lebih dari 30 juta pada tahun 2045. Tingginya angka diabetes yang tidak terkontrol dapat mempercepat kerusakan organ tubuh, mirip dengan argometer taksi yang semakin cepat bergerak seiring kadar gula darah yang tinggi.
Ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat Indonesia untuk lebih proaktif dalam memeriksakan kesehatan mereka secara teratur dan menjaga gaya hidup sehat untuk mencegah diabetes dan komplikasinya.




