Arab Saudi Klaim Serangan di Irak Sebagai Pembelaan Diri, Ancam Tindakan Militer Lanjutan
Istanbul (ANTARA) – Arab Saudi mengklaim bahwa serangan yang dilakukan terhadap kelompok yang didukung Iran di Irak merupakan bentuk pembelaan diri. Mereka juga memperingatkan akan mengambil tindakan militer lanjutan jika terjadi serangan balasan dari kelompok tersebut.
Operasi Militer sebagai Bentuk Pembelaan Diri
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa serangan yang dilakukan bersama Angkatan Bersenjata Arab Saudi dan Komando Pusat Militer Amerika Serikat bertujuan untuk menyerang lokasi-lokasi tertentu di Irak yang terkait dengan serangan terhadap fasilitas minyak milik Kerajaan Saudi. Mereka menegaskan bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai bentuk hak untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional.
Arab Saudi menuduh kelompok yang didukung Iran di Irak menggunakan pendekatan “tidak bertanggung jawab dan eskalatif”, meski kerajaan telah berusaha untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa kelompok-kelompok tersebut melanggar hukum internasional dan tidak menghormati prinsip persaudaraan dengan negara-negara tetangganya.
Ancaman Tindakan Militer Lanjutan
Meskipun Arab Saudi menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan eskalasi konflik, mereka tetap memberikan peringatan bahwa akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan warga negaranya jika terjadi serangan lanjutan. Kementerian Pertahanan Arab Saudi juga menegaskan bahwa operasi gabungan dengan Amerika Serikat dilakukan sebagai respons terhadap serangan dari wilayah Irak yang mengancam fasilitas minyak Saudi.
Arab Saudi dan Amerika Serikat menyebut serangan yang dilakukan sebagai “presisi dan terarah” sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB. Mereka menegaskan bahwa mereka siap merespons setiap agresi yang mengancam kedaulatan dan keamanan negara mereka.
Sumber: Anadolu
