Portal berita berupaya untuk memberikan informasi, dengan menghadirkan berita langsung kepada Anda

Selasa, 6 Oktober 2026
Gaya Hidup

Efek Abunya Meski Erupsi Vulkanik Sudah Selesai: Semua yang Perlu Anda Ketahui

9 September 2026•Redaksi Lifestyle
Bagikan: WhatsApp Facebook X
Efek Abunya Meski Erupsi Vulkanik Sudah Selesai: Semua yang Perlu Anda Ketahui

Kewaspadaan Terhadap Dampak Abu Vulkanik Meski Erupsi Telah Usai

Jakarta – Abu vulkanik tidak berhenti berdampak pada kesehatan meski erupsi gunung api telah selesai. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua I Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM.

Menurut Sukamto, partikel abu vulkanik yang tajam dan bersudut mengandung silika dapat terangkat kembali ke udara oleh angin, lalu lintas kendaraan, dan aktivitas bersih-bersih. Dampak dari abu vulkanik ini banyak berisiko terhadap kesehatan, terutama pada saluran napas. Gangguan yang sering muncul di antaranya adalah iritasi hidung, tenggorokan kering, batuk kering, sesak, dan dada terasa berat.

Penderita penyakit kronis seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), bronkitis kronis, dan rinitis alergi juga rentan terkena dampak abu vulkanik. Paparan abu ini bisa memicu serangan atau eksaserbasi penyakit yang mereka derita.

Tak hanya saluran napas, abu vulkanik juga berdampak pada mata dan kulit. Mata dapat mengalami iritasi, mata merah, konjungtivitis, bahkan lecet pada kornea. Pengguna lensa kontak disarankan untuk sementara menggunakan kacamata. Pada kulit, abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi, gatal, dermatitis, terutama jika abu tersebut bersifat asam atau bercampur keringat.

Tidak hanya itu, partikel PM2.5 dari abu vulkanik juga berpotensi merusak jantung dan pembuluh darah. Penderita penyakit jantung disarankan untuk menghindari paparan tersebut, karena dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka.

Untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, Sukamto merekomendasikan penggunaan masker jenis N95, KN95, atau FFP2 yang terpasang rapat tanpa celah di sisi hidung dan pipi. Penting untuk memastikan bahwa masker tersebut benar-benar rapat menutupi wajah agar efektif dalam menyaring partikel abu.

Sebelumnya, beberapa gunung api di Indonesia mengalami erupsi dalam waktu yang berdekatan, termasuk Gunung Anak Krakatau, Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, dan Sinabung. Persebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda telah mengarah ke wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap dampak abu vulkanik meski erupsi telah usai. Selalu siapkan obat pengontrol dan obat pelega bagi penderita asma dan PPOK, serta segera konsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala sesak yang berat, nyeri dada, demam dengan batuk berdahak, nyeri mata, atau penglihatan kabur. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus tetap diutamakan dalam menghadapi risiko abu vulkanik.

Sumber: Lihat sumber berita

Redaksi Lifestyle

Redaksi Lifestyle menyajikan dan menyunting konten sesuai kanal Gaya Hidup pada indoberita.net.