Hari Demokrasi Internasional 2026: Sejarah dan tujuannya
Setiap 15 September, masyarakat dunia merayakan Hari Demokrasi Internasional sebagai momen penting untuk mengingat kembali betapa pentingnya demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak masyarakat dalam berpartisipasi serta pentingnya pemerintahan yang demokratis.
Hari Demokrasi Internasional atau International Day of Democracy ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2007. Perayaan ini pertama kali dirayakan pada 15 September 2008.
Sejarah Hari Demokrasi Internasional tidak lepas dari upaya masyarakat internasional untuk memperkuat dan mengonsolidasikan demokrasi di berbagai negara. Penetapan hari tersebut dilakukan melalui Resolusi 62/7 yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada 8 November 2007.
Tanggal 15 September dipilih sebagai Hari Demokrasi Internasional karena bersamaan dengan peringatan Universal Declaration on Democracy yang sebelumnya diadopsi oleh Inter-Parliamentary Union (IPU) pada 1997. Perayaan ini menjadi agenda tahunan bagi masyarakat internasional untuk meninjau perkembangan demokrasi dan meningkatkan kesadaran akan prinsip-prinsip demokrasi.
PBB menjadikan Hari Demokrasi Internasional sebagai kesempatan untuk mendorong pemerintah, lembaga negara, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi. Demokrasi bukan hanya tentang pemilihan umum, tetapi juga tentang partisipasi masyarakat, kebebasan berpendapat, hak asasi manusia, kesetaraan, supremasi hukum, dan pemerintahan yang bertanggung jawab.
Peringatan Hari Demokrasi Internasional juga menjadi momentum untuk menyoroti berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi kualitas demokrasi di dunia. PBB menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya demokrasi dan peran masyarakat dalam menjaga kualitas ruang publik.
Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan publik. Kebebasan berekspresi menjadi hak yang diakui dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, namun perkembangan teknologi informasi memberikan tantangan baru seperti penyebaran misinformasi dan ujaran kebencian.
Hari Demokrasi Internasional akan tetap dirayakan setiap 15 September 2026. Momentum ini menjadi pengingat bahwa demokrasi memerlukan partisipasi masyarakat, perlindungan hak asasi manusia, kebebasan sipil, dan institusi yang mampu menjalankan pemerintahan yang bertanggung jawab.
Sumber: Lihat sumber berita




