Pilihan transportasi menuju Jakarta kini bertambah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Depok resmi membuka rute baru Transjabodetabek D41 Sawangan-Lebak Bulus, yang digadang-gadang bisa menjadi alternatif perjalanan harian bagi warga di wilayah penyangga ibu kota.
Rute Baru untuk Tekan Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk menghadirkan layanan transportasi umum yang lebih optimal bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Kehadiran rute Sawangan-Lebak Bulus diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, terutama untuk mobilitas kerja dan aktivitas rutin ke Jakarta.
Selain soal kemudahan akses, rute ini juga diproyeksikan membantu mengurangi kemacetan dan menekan polusi udara. Bagi warga Depok yang kerap bepergian ke Jakarta, layanan ini disebut menawarkan perjalanan yang lebih ekonomis sekaligus lebih aman.
Durasi Perjalanan dan Titik Pemberhentian
Transjabodetabek D41 Sawangan-Lebak Bulus melayani perjalanan pulang pergi dengan waktu tempuh sekitar 150 menit pada jam sibuk, dan 70 menit saat tidak berada di jam sibuk. Untuk mendukung layanan tersebut, disiapkan 10 unit bus yang akan melintasi enam titik pemberhentian di Jakarta dan lima titik di luar Jakarta.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa sepanjang rute ini terdapat enam titik bus stop di Jakarta dan lima titik di Depok. Skema pemberhentian itu diharapkan membuat layanan lebih mudah dijangkau oleh penumpang dari berbagai titik perjalanan.
Tarif Jadi Daya Tarik Utama
Meski fokus utama peluncuran rute ini adalah memperluas layanan transportasi publik, biaya perjalanan juga menjadi salah satu alasan rute baru ini dinilai menarik. Ongkos yang lebih terjangkau membuat Transjabodetabek D41 Sawangan-Lebak Bulus berpotensi menjadi pilihan baru bagi komuter yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi untuk menembus padatnya arus menuju Jakarta.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
