Puasa: Mitos atau Fakta tentang Pengobatan GERD dan Maag?

Menjalani ibadah puasa bisa menjadi tantangan bagi penderita asam lambung parah atau GERD. Kondisi ini biasanya memerlukan makanan secara teratur untuk menghindari gejala. Meskipun begitu, beberapa orang berpandangan bahwa penderita GERD sebaiknya tidak berpuasa untuk menghindari risiko kambuhnya penyakit tersebut. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa berpuasa dapat membantu menyembuhkan GERD.

Melalui beberapa penelitian, diketahui bahwa puasa memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk dalam memperbaiki sistem pencernaan. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Aru Ariadno Sp.PD KGIH, berpendapat bahwa puasa Ramadan dapat membantu proses penyembuhan GERD. Ini dapat terjadi karena puasa membantu melatih pikiran kita, yang berdampak pada gangguan asam lambung.

Dengan demikian, dr. Aru menganjurkan umat Muslim yang memiliki riwayat GERD untuk tetap berpuasa, namun tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai ibadah. Menyusul rencana puasa, dr. Aru juga menyarankan untuk membuat rencana diet yang sesuai, menghindari makanan atau minuman tertentu.

Diet seimbang selama puasa, termasuk sahur dan berbuka, adalah kunci bagi penderita GERD agar dapat menjalani ibadah dengan nyaman. Beberapa makanan yang perlu dihindari selama puasa antara lain makanan pedas, makanan asam, makanan bersantan, kopi, ketan, tape, dan soda. Dengan mengatur jenis makanan dan porsi yang tepat, penderita GERD dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih baik.

Source link