Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, memprediksi bahwa perang melawan Iran akan berakhir dalam beberapa pekan ke depan. Pernyataan ini merupakan estimasi waktu yang paling pasti dari pemerintah AS sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu. Konflik ini diyakini Wright akan segera berakhir, bahkan mungkin lebih cepat dari yang diperkirakan.
Dalam perkiraannya, Wright juga menyebutkan bahwa warga Amerika Serikat masih akan merasakan dampak kenaikan harga bensin selama beberapa minggu ke depan. Meskipun demikian, ia optimis bahwa kondisi akan membaik setelah konflik berakhir, meskipun tetap mengingatkan bahwa tidak ada jaminan dalam perang. Risiko gangguan jangka pendek dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari.
Pernyataan ini muncul di tengah serangan yang telah terjadi sejak 28 Februari dan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran saat itu. Iran sendiri membalas serangan dengan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang juga merupakan basis aset militer Amerika Serikat.
Namun demikian, Wright tetap berpendapat bahwa konflik ini akan segera berakhir, membawa harapan bagi kondisi global yang lebih stabil. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Anadolu, yang memberikan gambaran terkini mengenai situasi terbaru antara AS dan Iran. Kabar terbaru penyelesaian konflik ini juga telah menyebar luas, memberikan asa bagi kawasan yang terdampak langsung oleh ketegangan ini. Selain itu, berita terkait juga telah diunggah di situs Antara News.
