Awas! Tipuan Digital Ramadan: Cara Menghindari Penipuan Online

Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkap adanya penipuan digital yang terkait dengan momen Ramadan dan Lebaran tahun 2026. Para penjahat siber memanfaatkan momen istimewa bagi umat Muslim di Indonesia dan dunia untuk mengeksploitasi kegembiraan dari tradisi pulang kampung dan berburu promosi online seputar hari raya. Skema penipuan yang umumnya melibatkan pengguna untuk memberikan nomor telepon korban kepada penipu kemudian menyebar melalui kanal WhatsApp atau Facebook Messenger. Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, menegaskan pentingnya tetap waspada dan menginstal solusi keamanan di perangkat untuk melindungi diri dari penipuan digital yang semakin canggih.

Selama tahun 2025, Kaspersky berhasil mendeteksi dan memblokir 14.909.665 ancaman siber berbasis web di Indonesia. Data juga menunjukkan bahwa 1 dari 4 pengguna menghadapi ancaman online antara Januari hingga Desember 2025. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan mencatat peningkatan jumlah laporan penipuan selama 10 hari pertama Ramadan 2026 yang melibatkan 22.593 rekening, mengungguli angka tahun sebelumnya.

Untuk melindungi diri dari penipuan digital, Kaspersky merekomendasikan pengguna untuk selalu memverifikasi pengirim dan tautan, tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak terpercaya, membuat kata sandi yang kuat, waspada terhadap informasi yang diminta, dan menjalankan sistem dengan program antimalware terbaru seperti Kaspersky Premium. Solusi keamanan canggih dari Kaspersky akan membantu mengatasi masalah secara otomatis dan memberi peringatan saat ada ancaman siber. Dengan langkah-langkah preventif tersebut, pengguna dapat melindungi diri mereka sendiri secara efektif dari penipuan digital yang terjadi selama momen Ramadan.

Source link