Menyusui secara eksklusif di awal kehidupan bayi sangat penting untuk kesehatan mereka. Namun, banyak ibu menyusui mengalami kekhawatiran tentang produksi ASI yang cukup. Berdasarkan Survei Nasional Menyusui dan Pemberian Makan Anak di Singapura, sekitar 46 persen ibu menyusui secara eksklusif hingga tiga bulan pertama, namun jumlah itu turun menjadi sekitar 35 persen pada bayi usia empat hingga lima bulan. Pada usia enam bulan, hanya 3,3 persen bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif.
Seorang perawat senior dan konsultan laktasi bersertifikasi internasional, Nurhanesah A Rahman, menjelaskan bahwa kekurangan ASI yang dirasakan oleh ibu seringkali hanya merupakan persepsi dan bukan fakta. Chen Liqin, konsultan laktasi senior, menegaskan bahwa seringnya menyusui bayi dalam 24 jam adalah hal yang normal. Bayi baru lahir memiliki perut yang kecil dan perlu disusui berdasarkan isyarat lapar mereka, bukan berdasarkan waktu secara ketat.
Pola menyusui bayi yang berbeda pada waktu tertentu bisa membuat orang tua khawatir, padahal itu adalah hal yang alami. Menyusui sering di sore atau malam hari dapat membantu merangsang produksi ASI. Mencermati tanda-tanda baik dan kurangnya asupan ASI pada bayi juga penting untuk memastikan kesehatan mereka. Konsultasikan dengan ahli laktasi atau tenaga kesehatan jika diperlukan.
Kesejahteraan ibu juga berperan penting dalam produksi ASI. Dukungan, pemahaman tentang menyusui, dan perawatan bayi baru lahir sejak awal kehamilan dapat membantu ibu menyusui melalui tantangan produksi ASI. Pastikan untuk mendapatkan dukungan yang memadai setelah melahirkan untuk mendukung perjalanan menyusui dengan lancar.
