Link Net Tbk Akan Melebarkan Sayap Bisnisnya dengan Tambahan Kegiatan Usaha Baru
Jakarta, ID – PT Link Net Tbk, perusahaan penyelenggara jaringan tetap, layanan internet, dan multimedia berbasis kabel dengan kode saham LINK, tengah bersiap untuk merambah kegiatan usaha baru. Rencana penambahan kegiatan usaha ini meliputi berbagai bidang seperti pemasangan sistem elektronika, konstruksi, keamanan siber, pengembangan software, dan perdagangan suku cadang elektronik.
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Rencana ekspansi bisnis ini akan dibahas dan harus disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 3 Juni 2026. Corporate Secretary Link Net, Rininta Agustina Widya Pratika, menjelaskan bahwa pihak perusahaan telah menyampaikan informasi mengenai rencana transaksi material dan perubahan kegiatan usaha melalui situs web resmi Link Net dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Otoritas Jasa Keuangan juga telah diberitahu mengenai rencana ekspansi ini, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan akses informasi yang setara kepada seluruh pemegang saham. Setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham, seluruh proses termasuk perizinan akan segera diproses.
Penambahan Bisnis dan Kegiatan Usaha
Rencana ekspansi bisnis Link Net mencakup berbagai kegiatan usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), antara lain:
- Pemasangan sistem elektronika
- Pemasangan konstruksi lainnya
- Perdagangan besar suku cadang elektronik
- Perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya
- Penerbitan perangkat lunak (software)
- Konsultasi dan manajemen keamanan siber
- Penyediaan dan pengelolaan identitas digital
Selain itu, rencana ekspansi juga mencakup aktivitas lain seperti konsultasi dan perancangan Internet of Things (IoT), pengolahan data, penyediaan infrastruktur komputasi, jasa portal pencarian web, dan lain sebagainya.
Hingga saat ini, Link Net fokus pada aktivitas utamanya yaitu layanan telekomunikasi kabel, internet service provider, jasa komunikasi, interkoneksi internet, dan layanan multimedia. Saham LINK diperdagangkan dengan volatilitas pada Senin (27/4/2026) dengan harga tertinggi mencapai Rp1.835 dan terendah Rp1.800.
