Portal berita berupaya untuk memberikan informasi, dengan menghadirkan berita langsung kepada Anda

Rabu, 7 Oktober 2026
Resep

Eksplorasi Pertunjukan dalam Festival Puisi di Yogyakarta

13 September 2026•Redaksi Resep
Bagikan: WhatsApp Facebook X
Eksplorasi Pertunjukan dalam Festival Puisi di Yogyakarta

Festival Puisi di Yogyakarta Ciptakan Eksplorasi Pertunjukan yang Mengagumkan

Puisi tak lagi sekadar sebuah karya yang hanya bisa dinikmati melalui bacaan di halaman buku. Melalui Festival Pertunjukan Puisi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026, puisi dihadirkan dalam bentuk pertunjukan yang memadukan kekuatan kata, ekspresi aktor, dan unsur pemanggungan.

Dalam festival yang berlangsung di Taman Budaya Yogyakarta tersebut, 10 finalis terpilih terlibat dalam kesempatan unik ini. Festival ini tidak hanya menjadi ajang penyajian puisi kepada penonton, tetapi juga sebagai wadah pertemuan bagi seniman sastra dan seni pertunjukan untuk menghadirkan cara baru dalam menyampaikan puisi.

Salah satu penyair asal Yogyakarta, Dhenok Kristianti, merasa bangga karena puisinya yang berjudul “Apa Sumpahmu” terpilih untuk dijadikan bagian dari eksplorasi pertunjukan puisi dalam festival tersebut. Menurut Dhenok, pertunjukan puisi masih membutuhkan pembaruan agar dapat menjadi sebuah tradisi yang kuat dan dikenal luas oleh masyarakat.

Dalam pandangannya, pentas puisi perlu memiliki kualitas bunyi dan irama yang enak didengar. Puisi tidak harus hanya dinikmati secara pribadi atau dianggap sebagai karya yang hanya cocok untuk ruang tertutup, melainkan bisa dihadirkan dalam bentuk pertunjukan yang memukau.

Pada festival ini, penilaian dilakukan dalam tiga aspek, yaitu keaktoran yang dinilai oleh Landung Simatupang, pemanggungan oleh Tortor, dan pemahaman puisi oleh Dhenok Kristianti. Dhenok berharap, melalui kegiatan seperti ini, lebih banyak seniman sastra di Yogyakarta akan terdorong untuk melakukan inovasi dalam menyajikan puisi kepada khalayak.

Penghargaan tertinggi dalam Festival Pertunjukan Puisi Jateng dan DIY 2026 diraih oleh Kurnia Setya Wulansari dari Teater Dengung. Juara kedua menjadi milik Megafauna Art Collective, sedangkan posisi juara ketiga ditempati oleh Monggang Film. Sedangkan penghargaan peserta favorit penonton jatuh kepada Kiai Banteng.

Melalui festival ini, puisi tidak hanya menjadi teks yang dibaca, melainkan sebuah pengalaman artistik yang bisa dinikmati melalui suara, gerak, ekspresi, dan suasana panggung yang memukau. Semoga festival ini dapat terus menjadi ajang untuk mengapresiasi seni sastra dan pertunjukan di Yogyakarta dan sekitarnya.

Sumber: beritajatim.com

Redaksi Resep

Redaksi Resep menyajikan dan menyunting konten sesuai kanal Resep pada indoberita.net.