Portal berita berupaya untuk memberikan informasi, dengan menghadirkan berita langsung kepada Anda

Rabu, 7 Oktober 2026
Politik

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober: Sejarah dan Maknanya

2 Oktober 2026•Redaksi Politik
Bagikan: WhatsApp Facebook X
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober: Sejarah dan Maknanya

Hari Kesaktian Pancasila: Mengenang Sejarah Peristiwa Penting pada 1 Oktober

Jakarta – Tanggal 1 Oktober diperingati setiap tahun sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini terkait dengan rangkaian peristiwa politik dan kekerasan yang terjadi pada akhir September hingga awal Oktober 1965, termasuk penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat.

Peristiwa tragis tersebut menjadi latar belakang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, yang berbeda dengan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni. Hari Lahir Pancasila berkaitan dengan pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 mengenai dasar negara, sedangkan peringatan 1 Oktober terkait dengan peristiwa yang terjadi pada 1965 dan sejarah penetapan tanggal tersebut sebagai hari peringatan nasional.

Rangkaian peristiwa pada 30 September hingga 1 Oktober 1965 mencakup penculikan dan pembunuhan enam jenderal TNI Angkatan Darat dan seorang perwira pertama, Pierre Andreas Tendean. Enam jenderal tersebut di antaranya Letjen Ahmad Yani, Mayjen R. Suprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Brigjen D.I. Panjaitan, dan Brigjen Sutoyo Siswomiharjo.

Jenazah para korban ditemukan di sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, yang kemudian menjadi lokasi Monumen Pancasila Sakti. Peristiwa tersebut dalam narasi resmi disebut sebagai pengkhianatan G30S/PKI, namun terdapat perdebatan akademik terkait aktor dan latar belakang peristiwa tersebut.

Penetapan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967. Sebelumnya, Menteri/Panglima Angkatan Darat juga telah mengeluarkan keputusan terkait peringatan tersebut.

Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya diresmikan pada 1 Oktober 1973 oleh Presiden Soeharto. Kompleks monumen tersebut menjadi cagar budaya tingkat nasional dan menjadi tempat penting dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momen untuk mengenang sejarah peristiwa 1965 dan para korban yang ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Pemerintah mendorong agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dengan rangkaian peristiwa sejarah dan perjalanan penetapan tanggal 1 Oktober, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tetap dijadwalkan sebagai acara kenegaraan untuk menghormati para korban dan mengingatkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

Sumber: Lihat sumber berita

Redaksi Politik

Redaksi Politik menyajikan dan menyunting konten sesuai kanal Politik pada indoberita.net.