Setiap pagi yang cerah di Stasiun Depok Baru menjadi saksi dari kisah perjuangan lansia dan ibu hamil. Mereka harus menapaki anak tangga yang tinggi tanpa adanya lift, melewati lorong panjang tanpa henti. Di tengah keriuhan petugas PPKA dan derap langkah buru waktu, penumpang prioritas seperti mereka terkadang terabaikan.
Stasiun Depok Baru, sebagai simpul transportasi vital dari dan menuju Jakarta, melayani ribuan penumpang setiap hari. Data KAI mencatat jumlah transaksi mencapai angka yang fantastis, mencerminkan betapa pentingnya peran stasiun ini dalam mobilitas sehari-hari.
Tetapi di balik kesibukan itu, kelompok penumpang prioritas harus berjuang lebih keras. Bagi ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas, stasiun bukan sekadar titik transit. Stasiun ini menjadi medan tantangan yang harus mereka hadapi. Mobilitas mereka bergantung pada anak tangga yang ada, tanpa banyak kesempatan untuk beristirahat.
Dalam kerumunan penumpang yang bergerak cepat, suara terengah-engah dan napas tertahan dapat terdengar di antara deru suara kereta yang datang dan pergi. Beberapa mungkin harus berhenti sejenak untuk mengatur napas, namun sebagian lain tetap melangkah maju meski tubuh terasa berat dan lelah.
Pemahaman Tentang Penumpang Prioritas di Stasiun Depok Baru
