Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta ancaman teror melalui simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako). Kabag Ops Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Tribuana Roseno, menjelaskan bahwa simulasi tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dalam melindungi markas komando, aset, dan lingkungan sekitarnya. Sebanyak 700 personel dari total kekuatan Polres Metro Jakarta Selatan dilibatkan dalam simulasi tersebut, dengan melibatkan juga potensi masyarakat seperti organisasi kemasyarakatan (ormas), pengemudi ojek daring (ojol), dan unsur masyarakat lainnya.
Menyadari pentingnya kerjasama antara kepolisian dan masyarakat, Seno menegaskan bahwa pengamanan tidak bisa dilakukan sendirian, oleh karena itu, melibatkan elemen masyarakat sangat diperlukan. Fokus pengamanan dalam simulasi ini adalah perlindungan terhadap markas komando, aset, personel, dan lingkungan sekitarnya dari berbagai kemungkinan ancaman. Simulasi ini juga sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika situasi global yang berpotensi berdampak pada keamanan dalam negeri.
Polres Metro Jakarta Selatan berharap melalui kegiatan ini, situasi kamtibmas di wilayahnya tetap terjaga aman dan kondusif. Dengan demikian, kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan dapat dipastikan. Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando ini menjadi langkah proaktif untuk menghadapi tantangan-tantangan keamanan yang mungkin timbul di masa depan. Dengan kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta Selatan dapat terus terjaga dengan baik.
