Di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, tenun emas menjadi salah satu produk unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan menembus pasar yang lebih luas. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tenun emas di Sidrap untuk terus naik kelas. Beliau menekankan pentingnya UMKM lokal untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen dalam mendukung program pembinaan UMKM melalui pelatihan, fasilitasi akses permodalan, dan perluasan pasar berbasis digital. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi daerah bisa berjalan inklusif dan berkelanjutan. Salah satu perajin tenun emas yang dikunjungi, Mannia Parenta, berbagi pengalamannya yang telah puluhan tahun menekuni kerajinan tenun emas. Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan satu lembar kain tenun bisa memakan waktu hingga dua bulan, bergantung pada tingkat kerumitan motif.
Pemerintah memberikan perhatian yang besar terhadap para perajin lokal, yang menjadi motivasi bagi mereka untuk terus mempertahankan usaha dan mengembangkannya. Mannia berharap dukungan dari pemerintah akan terus berlanjut, terutama dalam hal akses pemasaran, permodalan, dan penguatan kapasitas usaha berbasis digital. Dengan upaya bersama ini, diharapkan UMKM tenun emas Sidrap dapat terus berkembang dan meningkatkan nilai tambah serta daya saingnya, baik di pasar nasional maupun global.
